Saturday, March 21, 2015

Waktu Paruh | Gak Ada Abisnya

Sumber gambar: deviantart.net

 Jika kamu ambil sebuah roti yang bulat. Benar-benar bulat. Lalu setiap dua jam kamu bagi menjadi dua. Dua jam berikutnya separonya tadi kamu bagi jadi dua. Separo dari separonya tadi dua jam berikutnya lagi kamu bagi jadi dua. Dan seterusnya setiap dua jam sekali kamu bagi roti tadi. Sampai sekecil apakah kira-kira kamu membagi roti tadi?

Seperti itulah kira-kira menjelaskan proses peluruhan zat-zat radioaktif. Waktu dua jam sekali adalah waktu paruh peluruhan dan roti adalah jumlah zat radioaktifnya.

Waktu paru atau dalam bahasa inggrisnya half life, adalah waktu yang diperlukan untuk sejumlah massa zat radioaktif meluruh menjadi separuh dari jumlahnya semula. Waktu peluruhan ini akan tetap untuk suatu unsur radioaktif yang sama tak peduli berapapun jumlah awalnya, dia akan meluruh menjadi setengahnya dalam waktu paruh yang tetap. Selanjutnya jumlah setengahnya tersebut akan meluruh menjadi setengahnya lagi (dengan kata lain seperempat dari jumlah awal) dengan waktu yang sama dengan meluruhnya jumlah setengah yang awal. Biar lebih jelas perhatikan lah tabel yang ada di bawah. Karena terus menerus meluruh dengan jumlah separu dari jumlah awal pada waktu yang sama, maka seolah-olah unsur radioaktif tersebut tidak akan pernah habis. Waktu habisnya tidak dapat dipastikan. Ujung dari grafik tersebut seakan tidak pernah sampai titik 0 (nol). Sifat ini dinamakan dengan asimtotis.

Waktu paruh dari suatu unsur radioaktif secara matematis adalah:


  atau    
  

Dengan lamda adalah tetapan peluruhan atau tetapan disintegrasi (s^-1). Kemungkinan terjadinya peluruhan per satuan waktu.

Dalam meluruh zat radioaktif atau zat dengan inti tidak stabil akan membentuk inti dan partikel baru dengan memenuhi hukum-hukum kekekalan massa-energi, momentum, muatan listrik, dan momentum sudut total. Artinya besaran-besaran ini sebelum dan setelah peluruhan haruslah tetap sama.


Setiap jenis unsur radioaktif memiliki waktu paruhnya masing-masing. Sebagai contoh Plutonium memiliki waktu paruh 24.100 tahun, Karbon C-14 selama 5760 tahun, Fosfor P-32 adalah 14,3 hari, Nitrogen N-13 sepuluh detik, dan masih banyak lagi. Manfaat dari waktu paruh diantaranya adalah penetapan umur fosil atau sisa makhluk hidup dengan menggunakan isotop karbon C-14. |Tunggu artikel selanjutnya tentang penentuan umur fosil dengan perhitungan C-14|.

Referensi:
Funk & Wagnalls Standard Reference Volume 12. 1962. New York: Standard Reference Works Publishing Company, Inc.
Kusminarto. Esensi Fisika Modern. 2011. Yogyakarta: Penerbit ANDI.


Facebook Comments
0 Blogger Comments
Facebook Comments by Blogger Widgets

0 komentar: