Perjalanan Cinta Kita
Wahai
temanku,
Aku ingin
mengungkapkan isi hatiku
Aku ingin berbagi
rasa denganmu
Karena aku
tahu engkau temanku
Engkau adalah
keceriaan hidupku
Untuk itu
ijinkanlah daku berkisah kepadamu,
Wahai
temanku,
Aku ingin
engkau pandang mataku
Aku miris
melihat kehidupan ini
Aku miris
melihat dunia yang sedang tertatih
Aku miris
melihat alam kehilangan pemimpinnya
Juga aku
miris melihat keadaan kita
Wahai
temanku,
Tidakkah
engkau merasakannya
Bahwa kita
sedang terombang ambing dalam lautan hampa?
Lautan yang
hanya berisi kekosongan
Lautan yang
hanya berisi kesemuan
Lautan yang
hanya berisi belenggu
Walaupun
disuatu tempat ada cahaya
Namun apakah
engkau tahu cara menjumpainya?
Wahai
temanku,
Bukalah
gerbang itu!
Gerbang itu
akan membawamu kepada cahaya itu
Cahaya suci
dari Rabb kita
Sebagai
petunjuk cinta kita menuju kepada-Nya
Tapi aku
harus memberitahumu
Dibaliknya
ada jalan
Jalan itu
sekarang berubah menjadi labirin fatamorgana
Dan kita
harus memilih salah satu pintunya
Satu pintu
yang akan membawa kita menuju cahaya itu
Wahai
temanku,
Pintu – pintu
itu indah
Berhiaskan
batu rubi dan permata
Memikat
setiap mata yang memandangnya
Merayu setiap
hati yang terpesona
Dan aku yakin
engkau juga merasakannya
Tapi aku
ingatkan wahai temanku,
Hanya satu
pintu yang akan menyelamatkanmu
Wahai
temanku,
Dibalik
gerbang itu,
Di depan
pintu – pintu itu
Ada sebuah
perpustakaan ilmu
Alangkah
baiknya kita singgah sejenak lalu
Sebagai bekal
perjalanan cinta kita
Agar kita
tidak salah membuka pintunya
Agar kita
dapat berjumpa cahaya-Nya
Darussalam,
21 Februari 2013 23.12 WIB
